Panen Raya, platform rantai pasok dan pembiayaan untuk petani kecil, mengumumkan penutupan putaran Seri B senilai US$42 juta. Putaran ini dipimpin oleh Horizon Asia Ventures dengan partisipasi investor lama, termasuk Nusantara Capital dan Lumbung Fund.
Dana tersebut menjadikan total pendanaan Panen Raya mencapai US$61 juta sejak berdiri pada 2021. Perusahaan menyebut putaran ini sebagai salah satu pendanaan agritech terbesar di Asia Tenggara tahun ini.
Ekspansi ke luar Jawa
Selama tiga tahun terakhir, Panen Raya fokus di Jawa Barat dan Jawa Timur. Kini perusahaan menargetkan 1 juta petani terdaftar pada akhir 2027, dengan prioritas di Sulawesi Selatan, NTB, dan NTT.
“Petani di luar Jawa punya lahan yang luas, tetapi akses pembiayaannya masih sangat terbatas. Di situlah kami ingin hadir,” kata CEO Panen Raya, Rara Wulandari.
Selain pembiayaan input, Panen Raya juga membangun 40 gudang mitra untuk memotong rantai distribusi. Perusahaan mengklaim margin petani mitra naik rata-rata 18% dibanding sebelum bergabung.
Sinyal pemulihan pendanaan
Analis menilai putaran ini menegaskan kembalinya minat investor pada model bisnis yang menyentuh ekonomi riil. Data LEVEL SATU mencatat nilai pendanaan agritech di Indonesia naik 2,3 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.



